Operator telekomunikasi makin edan-edanan perang iklan

Menjelang lebaran 1429 Hijriah ini perang iklan makin luar biasa mungkin ada keyword short term business yaitu lebaran. Karena kebiasaan di Indonesia Idul Fitri ada ritual pulang kampung maka momen ini tentunya bagian yang ditunggu tunggu oleh banyak kalangan usaha termasuk operator telekomunikasi.
Perang iklan sudah menjadi hal yang biasa terjadi di Republik ini karena dengan cara ini masyarakat paling mudah di kelabui. Walaupun Bapak Menkominfo sudah menghimbau tapi saya rasa kok yang namanya perang iklangak akan pernah berhenti tak bisa dihindarkan.
Berikut adalah petikan dari detikinet tentang himbauan Menkominfo ke para operator tentang perang tarif:
—-Menkominfo Mohammad Nuh resah melihat persaingan iklan tarif promosi antaroperator yang kian memanas. Ia ingin ‘perang tarif’ sedikit diredakan. “Persaingan sudah cukup ekstrem, harus cooling down,” imbau Nuh kepada seluruh petinggi operator telekomunikasi di Indonesia. Pernyataan menteri kembali ditegaskan oleh Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S Dewa Broto.

“Imbauan untuk cooling down ini didasarkan kekhawatiran bahwa persaingan promosi dan iklan justru akan menguras sumber daya yang ada,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Senin (15/9/2008).

Menurutnya, masyarakat sudah cukup mengenal keberadaan masing-masing layanan operator telekomunikasi yang ada, dan menilai kondisi persaingan yang sudah cukup ekstrem tersebut dapat diredakan.

“Di sisi lain, kami lebih berharap kualitas layanan agar ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” Gatot menandaskan—-

Walaupun banyak masyarakat yang mengenal keberadaan masing-masing layanan operator [seperti omongannya pak mentri], akan tetapi masyarakat tidak benar-benar tahu kalau sering di kibulin iklan….
Saya pribadi hanya bisa berceloteh sambil berdoa semoga kebiasaan buruk pelayanan operator di hari raya idul fitri tidak terulang di tahun 1429 Hijriah / 2009 M..[semoga dan semoga]