Day of Silence – Hari Raya Nyepi

The Hindu New Year, called Nyepi, (Hari Raya Nyepi)is one of the most important religious events for Balinese Hindus. This year, they welcomed the Saka New Year of 1931. From 6 a.m. until 6 a.m. the next morning, Nyepi is a day reserved for self-reflection.

Anything that might interfere with that purpose is restricted. The main restrictions are: no lighting fires (and lights must be kept low); no working; no entertainment or pleasure; no traveling; and for some, no talking or eating at all.

Read also: 2 Ritual Ceremonies on NYEPI: Balinese Day of Silence

Hari Raya Nyepi

Dikuti dari wikipedia
Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.