Sebagai warga kebumen sudah beberapa kali saya berkunjung ke
Gua Jatijajar, dari dulu hingga sekarang menurut saya pemerintah kebumen kurang serius menangani salah satu obyek wisata unggulan di kabupaten kebumen ini.
Bagaimana tidak ? gua yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen ini kurang mendapat sentuhan yang serius sehingga kurang memiliki daya tarik para pengunjung, nampak tidak terawat !
saya tertarik menulis tentang gua jatijajar untuk sekedar iseng namun juga berharap agar ada orang pemda kebumen "Ahli pariwisata" yang membaca tulisan ini, kemudian terketuk hatinya dan memiliki inisiatif layaknya seorang ahli pariwisata sehingga mampu berbuat dan melangkah untuk membuat tempat wisata di kebumen ini berbeda dengan tempat wisata lainnya sehingga mampu memikat dan mampu mendatangkan pengunjung.
 |
| Batu peresmian pembangunan gua Jatijajar yang diresmikan oleh Bapak Suparjo Rustam sewaktu menjadi Gubernur Jawa Tengah. |
Kunjung terakhir saya ke Gua Jatijajar ini, kemarin pada saat liburan anak sekolah "sudah agak lama" kunjungan terakhir ini memberikan kesan kepada diri saya yaitu dari dulu hingga sekarang tempat ini tidak banyak berubah, karena begitu masuk ternyata nampak kurang bersih, di kolam ikan tepat setelah pintu masuk banyak sampah, plastik minuman, bungkus makanan dan puntung rokok,,,"kemana aja tukang sapu" ? kecewa lagi ketika banyak anak-anak kecil (mungkin warga jatijajar) pada mandi bebas di saluran air atau kali atau apapun namanya yang tempat tersebut terbuka umum dan buruknya sambil mandi anak-anak tersebut sambil mengemis meminta minta uang receh. Ini nampak kumuh, semrawut...walaupun sudah ada tempat kusus untuk berjualan namun tetap masih ada saja pedagang yang nampak liar...coba lihat salah satu photo saya di bawah ini, jelas jelas tepampang peringatan dilarang berjualan, namun masih banyak orang yang menggelar lapaknya untuk berjualan...hmmm.