Tips dan tahapan yang membuat saya tidak miskin sudah saya urai panjang dan lebar di video. Saya akan konklusi lagi di artikel ini agar lebih mudah dipahami.
Kalau Anda merasa miskin dan tidak beruntung, silahkan evaluasi perjalanan hidup Anda. Sekarang. Iya sekarang. Coba tonton video saya dengan seksama. Semoga ada insight di sana.
Berdasarkan standar Badan Pusat Statistik (BPS) dan survei ekonomi terbaru (per 2024-2025), kelompok orang kaya atau "kelas atas" (upper class) di Indonesia bukanlah yang memiliki kekayaan bernilai miliar rupiah per bulan, melainkan ditentukan berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan. Berikut adalah rincian kriteria kelompok kaya menurut BPS:
Definisi Kaya BPS: Seseorang dikategorikan kaya (kelas atas) jika memiliki pengeluaran atau penghasilan di atas Rp9,91 juta hingga Rp10 juta per bulan.
Standar 2025: Kelompok kelas atas mencakup mereka yang berpenghasilan atau pengeluaran di atas Rp10.355.720 per kapita per bulan (berdasarkan penyesuaian 17 kali garis kemiskinan Maret 2025).
Persentase Penduduk: Kelompok kelas atas ini jumlahnya sangat kecil, yakni hanya sekitar 0,46 persen atau sekitar 1,29 juta jiwa dari total populasi per September 2024.
Sumber: BPS
Kalau melihat data di atas, maka kelompok orang miskin di Indonesia, sangat tinggi. Bahkan kelompok kelas atas hanya 0,46% dari total penduduk Indonesia. NGERI!!!!
Sebelum saya teruskan perlu disepakati dulu ya...
Bicara hidup dan berkehidupan, jangan serta-merta langsung dikonklusi bahwa kemiskinan dan kekayaan adalah takdir.
Kalau kamu sudah masuk ke ruang itu, sementara ngomongin realitas hidup, maka close saja monitormu.
Tekan tanda silang di pojok kanan atas. Jangan melanjutkan untuk baca artikel ini. Anda salah masuk kandang.
Loh kenapa?
Karena di artikel ini, saya akan bocorin pengalaman, berbagi sedikit tips dan 9 tahap yang membuat saya tidak miskin. Tujuannya satu. Semoga menjadi insight. Agar Anda ter-trigger, dan terhindar dari pola-pola hidup yang bisa menyebabkan jadi orang miskin.
Selain itu, agar ada orang yang sedikit tersentil untuk tidak malas. Pas banget buat kelompok dan orang-orang yang suka mengumbar statement, ngapain kerja, keras toh harta tidak dibawa mati.
Pas banget buat ngegampar orang-orang yang malas, agar mau improve skill. Nampar oraang yang malas dalam meningkatkan kapasitas diri. Nyubit orang yang tau-tau maunya jadi orang yang kaya-raya. KACAU!
Kurang lebih itu tujuan saya menerbitkan artikel ini. Dengan langkah-langkah yang semua orang bisa kerjakan, maka jika kamu tidak ingin jatuh miskin sebaiknya mencobanya.
Jadi orang miskin itu menyakitkan kawan!!!
Langsung saja ..
9 Tahap yang Bikin saya tidak Miskin
Disclaimer: Ini bukan berarti saya memberi jaminan kamu bakalan kaya raya. Ketetapan kaya dan miskin, bukan ruang saya sebagai manusia. Tugas kita hanya berupaya. berusaha semaksimal mungkin.
Hasilnya, kita lihat saja. Kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang menguasai semua penduduk bumi dan penduduk langit.
Lanjut ...
1. Ada Niat
Tanpa diawali niat berubah, kamu tidak akan pernah berubah. Jika kamu miskin, maka kamu akan tetap miskin.
Maka dari itu, poin yang paling fundamental agar kita tidak terjebak dalam kemiskinan adalah mengawalinya dengan niat. Niat untuk berubah.
Niat yang sungguh-sungguh. Bukan hanya terucap di lisan, namun juga niat yang tertanam, nacap kuat di dalam relung hati.
2. Hijrah dari zona nyaman / Zona kenakalan
Kalau sekarang kamu ada di fase bingung. Stuck di kamar. Kebanyakan scroll up dan scroll down aplikasi sosial media.
Kurangi atau berhenti dari sekarang. Iya sekarang. Serius. Manfaatnya hanya dikit. Kebanyakan main sosmed, adalah cara terbaik untuk menjadi orang miskin. Sosmed didesain untuk membuat penggunanya kecanduan.
Kebanyakan konten yang tersaji bukan konten yang mendalam. Konten 1 menitan dengan random topik hanya akan mentraining otak manusia menjadi lompat-lompat dan tidak fokus.
Parahnya jika kita sudah kena jebakan sosmed, otak jadi dangkal dan tidak bertumbuh.
Tidak ada kesuksesan yang ujug-ujug jatuh dari langit. Tidak ada juga kesuksesan tanpa proses.
Tidak mungkin ada pencapaian, tanpa upaya dan kerja keras.
Jika kamu usia 25 tahun dan masih tinggal dengan orang tua. Beli aqua minta sama orang tua. Beli rokok masih minta sama orang tua. Kamu tidak pernah tahu berapa jumlah tagihan listrik. Kamu tidak paham berapa biaya langganan internet, berapa biaya langganan PDAM.
Kini saatnnya...KAMU Pergi dari rumahmu. SEKARANG. Cari kehidupan di luar rumah orang tuamu.
Apapun yang penting halal, agar kamu tidak nyusahin Ibu/Bapakmu.
Iya pergi sekarang!
Dengan pergi dari rumah, kamu jadi tahu. Jika perut lapar, kamu mikir bagaimana caranya dapat nasi satu butir. Bagaimana caranya dapat nasi satu piring.
Itu adalah cara terbaik agar kamu bisa keluar dari zona nyaman. Ini tahapan penting, kamu hanya perlu melakukan, agar kamu tidak terjebak dalam kemiskinan.
Otakmu akan survive jika dikondisikan dalam kerumitan, naluri hidupmu akan bangun dan ini adalah awal dari kesuksesannmu. Yang terpenting, Isi perutmu dari hasil jerih payah yang halal.
3. Jangan banyak mengeluh
Kamu sudah tahu mengeluh? Saya rasa sudah tahu, tapi kadang tidak paham.
Begini...
Apapun yang terjadi ketika kamu sudah keluar dari rumah. Sedang berusaha keluar dari zona nyaman. Sedang berupaya dalam rangka mencari kemandirian....
Jangan pernah menyalahkan kondisi yang ada.
Kamu akan mengalami berbagai situasi yang tidak mengenakkan. Tidak menyenangkan. Bahkan kerumitan hidup.
Apa yang harus dilakukan?
Jalani saja. Ikuti ritme dan prosesnya.
Intinya di tahap ini adalah jangan pernah menyalahkan pihak lain, orang lain, apalagi menyalahkan situasi dan kondisi itu.
Terus nikmati prosesnya.
4. Terus belajar (update kapasitas diri)
Dalam prosesnya nanti, kamu akan dihampiri peluang. Menemukan sebuah opportunity. Jangan menolak. Terima saja.
Jika kamu merasa kemampuanmu tidak mencukupi atas peluang itu, maka belajarlah. Tingkatkan skill dan kemampuan diri, agar kamu bisa masuk di berbagai peluang yang ada.
Meningkatkan kapasitas diri tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Pengetahuan dan pengalaman dalam perjalanan hidup, juga bagian life skill. Yang tidak kalah penting adalah jangan belagu. Jangan gaya-gayaan. Jadilah pribadi yang humble.
5. Memperbaiki diri (memperbaiki diri hubungan dengan Tuhan)
Jika langkah-langkan dari tahap 1 sampai dengan tahap 4 sudah kamu lalaui. Tingkatkan keintimanmu dengan Alloh. Hubunganmu dengan Tuhammu. Tuhan yang maha menguasai penduduk langit dan penduduk bumi. Serius. Segila apapun upayamu. Sekuat apapun usahamu. Tanpa ridho-Nya, tanpa barokah-Nya, maka akan sia-sia.
Terus mendekat, merapat, mengemis. Tiap saat. Di mana saja. Kapan saja. Lakukan terus.
6. Perbaiki Tujuan (goal)
Jika sampai tahap ke lima ini, kamu masih merasa stuck. Belum berjalan sesuai dengan ekspektasimu, maka evaluasi semua rencanamu. Perbaiki tujuanmu. Atur ulang goalmu. Baik tujuan jangka pendek. Tujuan jangka menengah, ataupun tujuan jangka panjangnya.
Berkehidupan itu harus realistis. Mengevaluasi atau memperbaiki goal penting dilakukan agar kita tidak jatuh di lobang yang sama. Apapun status kita. Baik sebagai pekerja (karyawan).
Terlebih jika kamu memiliki mimpi menjadi pengusaha sukses. Berfikir dan bersikap realistis wajib hukumnya bagu calon pebisnis.
7. Konsisten dan Disiplin
Ulangai terus tahapannya. Ikuti Tips 1-6 sampai kamu melihat perubahan nyata dalam hidupmu. Itu tahapan yang pernah saya lalui. Itu langkah-langkan yang bikin saya tidak miskin. Ikuti saja. Siapa tahu roadmap kesuksesan dirumu, mirip dengan perjalananku.
Tidak ada suatu pencapaian yang membanggakan tanpa disiplin dan konsistensi. Jangan mikin orang sukses itu hanya hoki. BIG NO!
8. Mengevaluasi setiap proses
Nah ini juga tidak kalah penting. Mengevaluasi di setiap tahap sangat saya anjurkan. Kadang kita terlalu tergesa-gesa untuk mencapai sesuatu yang akhirnya justru menghilangkan fokus.
Maka di tahap ini kamu perlu mengevaluasi ulang. Benarkan saya sudah maksimal merencanakannya. Benarkah saya tidak menyimpang dan fokus sama tujuan. Benarka goal saya masih realistis. dan banyak evaluasi lainnya yang bisa dijadikan parameter.
Inti hidup itu hanya ada 2 yang terpenting. Diam dan bergerak.
Dalam diam: Kita bisa menysusu rencana dan mengevalusianya. Dalam gerak: Kita menjalankan rencana tersebut dan hasil evaluasi tersebut.
Hanya itu. Diulang-ulang. Sampai ada masa dimana kamu sangat merasa bernilai.
9. Ngemis Doa kepada Ibu Bapak (orang tua)
Jika semua 8 tahapan untuk sukses sudah dilakukan, dan kamu merasa belum terlihat hasilnya. Jangan lupa ngemis dan minta didoakan sama Bapak dan Ibumu.
Ingat! doa Bapakmu itu yang paling mustajab. Setelah doa dari Bapakmu diqobul dan kamu sukses secara finansial, maka Ibumu adalah orang pertama yang harus menikmati kesuksesanmu.
Jangan terbalik!!!
Semua itu memang tidak mudah. Faktanya banyak sekali orang yang ingin sukses. Orang yang memiliki perencanaan yang bagus..... Tapi, hanya sedikit yang berani mengambil langah.
Jika kamu baca artikel sampai sini. Saya berdoa semoga setelah menutup screen kamu, kamu ter-trigger untuk segera berniat dan ingin berusaha kuat untuk tidak masuk dalam kelompok orang miskin di Indonesia.
Jika punya pendapat/masukkan untuk melengkapi tips agar tidak miskin, silahkan disampaikan melalui komentar.
Jika memiliki pertanyaan terkait pengembangan diri, boleh ditanyakan juga.
Salam, Narmadi