Tarif Promo Seluler Diwasiti

Jakarta – Pertarungan antar operator seluler dalam menggelar tarif promosi dinilai semakin ‘berdarah-darah’. Pemerintah pun siap turun sebagai wasit dengan terlebih dahulu menerbitkan payung hukum aturannya. Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, aturan tarif promosi tersebut akan diterbitkan pada Februari 2008 seiring diterbitkannya skema perhitungan baru untuk tarif interkoneksi dan seluler.

“Aturan mengenai tarif promosi akan menjadi bagian yang embedded dengan aturan tarif seluler yang baru,” ujarnya ketika dihubungi detikINET, Kamis (3/1/2008). Gatot sendiri ketika dikonfirmasi belum mau mengungkap rincian dari aturan-aturan baru tersebut, khususnya yang menyangkut regulasi tarif promosi. “Yang pasti, aturan tersebut tidak akan menyentuh urusan bisnis operator dan dibuat hanya untuk melindungi kepentingan publik mengingat persaingan tarif promosi sudah ekstrim berdarah-darah,” ujarnya.

Belakangan ini operator seluler makin gencar menayangkan promosi mengenai program tarif terbaru mereka. Namun sayangnya, menurut Gatot, iklan mengenai tarif promosi tersebut banyak yang tidak jelas dan cenderung menyesatkan konsumen. “Nah, dengan keluarnya aturan tarif promosi, kita nantinya tidak hanya sekedar mengingatkan, tapi juga bisa memberikan sanksi,” jelasnya.

Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengaku telah melarang anak buahnya untuk mendiskreditkan operator lain dalam program tarif kartu prabayar barunya, Simpati PeDe. “Begitu saya dengar iklannya menyinggung operator lain, langsung saya suruh ganti. Maklum saja [yang membuat konsep iklannya] masih pada berjiwa muda,” ujarnya.

Simpati PeDe menawarkan tarif Rp 0,5 per detik untuk percakapan antarpelanggan Telkomsel terhitung sejak detik ke-61. Namun selama satu menit pertama, Telkomsel memberlakukan tarif Rp 25 per detik atau Rp 1500 per menit. Pelanggan prabayar Telkomsel lainnya dapat menikmati layanan tersebut namun harus terlebih dulu mendaftar melalui pesan singkat yang dikenai tarif Rp 3000 per SMS.

Sementara, GM Marketing Excelcomindo Pratama (XL) Bayu Samudiyo mengatakan, dalam menawarkan tarif promosi XL selalu transparan dan memberikan harga yang terbaik kepada pelanggan. “Kita menawarkan tarif promosi Rp 1 per detik sangat tranparan yakni berlaku setelah menit kedua dan tidak memerlukan pendaftaran melalui SMS untuk menikmati program tersebut. Tidak ada yang ditutupi dalam promosi XL,” ujarnya.

Menurut dia, tarif promosi yang dimiliki untuk pelanggan prabayar XL Bebas saat ini masih yang termurah dibandingkan milik kompetitor yang menawarkan Rp 0,5 per detik sekalipun. “Jika bicara XL Bebas, mulai menit pertama hingga menit ke sepuluh jauh lebih murah dibanding operator. Ini yang kita informasikan ke konsumen,” pungkasnya.