Blog Pekerja

Sertifikasi SDPPI & Kontraktor Kolam Renang

Sertifikat Postel – SDPPI

Sertifikat Postel - SDPPI

Blog ini memang sering mengulas tentang sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi atau singkatnya tentang kepengurusan sertifikat Postel – sdppi, namun mohon maaf jika jarang sekali saya update. Maklum kesibukan pekerjaan yang mengkondisikan untuk jarang update 😀

Jadi rasanya kok agak sedikit kikuk ketika mau memulai memposting tentang seputar sertifikasi postel – SDPPI. Ah…sudahlah rasa kikuk itu akan saya kesampingkan terlebih dahulu. Baiklah kembali ke topik tentang

Sertifikat Postel – SDPPI  🙂

Saya tidak bermaksud untuk mengulas secara detail tentang kewajiban mendapatkan sertifikat Ppstel – SDPPI namun saya ingin menggaris bawahi bahwa dalam regulasi negara kita [KEPDIRJEN no 29 tahun 2008] menegaskan bahwa setiap perangkat telekomunikasi yang dirakit,dibuat,dijual atau yang akan digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus mendapatkan sertifikat SDPPI (dulu postel) terlebih dahulu.

Jadi bisa diartikan bahwa kita akan mengalami kesulitan untuk memperjualbelikan perangkat kita sebelum mendapat sertifikat dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Indonesia.(Red. DIRJEN SDPPI) Sehingga sudah tidak asing lagi jika importir,distributor atau bahkan pabrikan perangkat telekomunikasi dengan yang namannya sertifikat Postel – SDPPI atau type approval certificate.

Ada beberapah hal penting yang terdapat dalam sertifikat postel tersebut diantarannya:

  • di dalam sertifikat postel/SDPPI akan tertera nama pemegang sertifikat
  • di dalam sertifikat postel/SDPPI akan ada nama perangkat,model dan tipe yang sudah disertifikasi
  • No Sertifikat dan No ID PLG

Sehingga setiap badan usaha yang sudah memegang sertifikat atau sering disebut sebagai certificate holder, diwajibkan untuk menempel no sertifikat dan no ID PLG nya pada perangkat yang sudah disertifikasi tersebut atau lebih sering di sebut dengan pelabelan.

Dan jika perangkat tersebut bentuknya kecil dan tidak memungkinkan menempel label pada perangkat maka penempatan labelnya bisa pada box, manual book atau pada tempat lainnya yang mudah terlihat oleh konsumen.

Kesimpulan: mendapatkan sertifikat postel adalah suatu keharusan sebelum menjual alat atau perangkat telekomunikasi di pasar Indonesia. Mengurus sertifikat Postel – SDPPI itu bisa dikerjakan sendiri dan tidak merepotkan namun jika membutuhkan jasa kepengurusan sertifikasi Postel – SDPPI dengan senang hati saya akan membantunya silahkan mengubungi saya jika membutuhkan atau dirasa perlu untuk konsultasi terkait sertifikasi produk.


Sertifikasi SDPPI © 2015