Perubahan Ketentuan Biaya Pengujian

Jika anda rajin mengikuti perkembangan regulasi tentang sertifikasi perangkat telekomunikasi tentunya sudah tidak asing lagi bahwa mulai bulan januari tepatnya saya kurang begitu paham yang jelas kalau saya sendiri merasakannya pada pertengahan bulan januari yaitu bahwa terjadinya perubahan ketentuan atau kebijakan terkait biaya pengujian perangkat telekomunikasi yang sangat mengagetkan “setidaknya menurut saya“.
Karena satu model perangkat bisa dikenakan tarif pengujian lebih dari satu biaya pengujian menurut klasifikasi pengujian perangkat ataupun berdasarkan fungsi perangkat. saya kurang begitu paham karena ini kebijakan baru

Mungkin kebijakan tersebut bertujuan baik untuk lebih mengoptimalkan peran dan fungsi lembaga sertifikasi perangkat telekomunikasi. Akan tetapi perubahan kebijakan tersebut pastinya akan mendapatkan reaksi dari masyarakat (sang aplikan) ataupun manufaktur yang sering mengajukan pengujian perangkat telekomunikasi. Salah satu perusahaan mengeluhkan langsung kepada saya bahwa ( pak ini apa tidak salah biaya pengujiannya segini mahal padahal harga perangkatnya….bla..bla.).

Sudahlah mengenai perubahan itu biarlah para penentu kebijakan pastinya lebih paham dan mahir dalam menganalisa sebab akibat.
Terlepas dari itu jika kita kembalikan kepada undang-undang atau tepatnya KEPMEN yang mengatur tentang sertifikasi perangkat telekomunikasi yang paling baru yaitu Peraturan Menteri Komunikasi nomor 29/PER/M.KOMINFO/09 disana sudah dijelaskan dengan gamblang bahwa setiap model dan tipe perangkat yang harus di sertifikasi. (mohon dikoreksi jika saya salah). Berikut petikan dari Kepmen tersebut.

” Pada ketentuan umum dijelaskan bahwa Sertifikat adalah dokumen yang menyatakan kesesuaian tipe alat dan perangkat telekomunikasi terhadap persyaratan teknis dan atau standar yang ditetapkan.

Tipe alat dan perangkat telekomunikasi adalah merek,model atau jenis perangkat telekomunikasi yang mempunyai karaketeristik tertentu.

Kemudian dalam BAB VII mengenai Biaya tepatnya Pasal 3 disana menjelaskan bahwa Biaya pengujian dikenakan untuk: pengujian dengan cara pengukuran oleh Balai Uji berdasarkan tipe alat dan perangkat telekomunikasi.”

Sampai sekarang saya masih bingung mengapa biaya pengujian perangkatnya tidak berdasarkan model dan tipe saja dan yang sesuai dengan ketentuan di kepmen baru tersebut akan tetapi biaya pengujian tersebut seolah-olah berdasarkan fungsi perangkat. Menurut pendapat saya pemerintah harus memperjelas dalam mengklasifikasian biaya pengujian perangkat agar beban biaya pengujian tidak terlalu berat dirasakan oleh para pemohon sertifikat. (ini pendapat saya loh ya)

wah mulai ngelantur….

Lain dari itu saya membawa berita bagus untuk anda yaitu besok hari Jum’at tanggal 30 Januari akan diadakan pertemuan di Postel pusat terkait biaya pengujian perangkat jadi jika anda ingin mengetahui lebih detail siapa saja yang boleh menghadiri lebih baik sekarang konfirmasi kepada postel pusat atau telpon langsung ke 0213835840.

Semoga bermanfaat….