Expectation fee/Perkiraan Biaya dalam Kepengurusan Sertifikat POSTEL

Expectation fee/Perkiraan Biaya dalam Kepengurusan Sertifikat POSTEL

Expectation fee
Setelah mengetahui prosedur , persyaratan administrasi dan di ulas juga pada postingan yang lainnya tentunya anda ingin mengetahui mengenai biaya yang dikeluarkan dalam kepengurusan sertifikasi ini. Atau expectation fee, sebenarnya tetnang hal ini pernah dibahas detail di sini

Jadi pada kesempatan sekarang ini saya ingin menggaris bawahi hal-hal yang paling penting sebelum anda melakukan pembayaran agar anda tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Apa saja sih sebenarnya expectation fee nya?

Ada dua term pembayaran ke Negara melalui Bendahara Penerima Ditjen POSTEL :

  1. Jangan pernah melakukan pembayaran sebelum mendapatkan Surat Perintah Pembayaran Pengujian (SP2 Pengujian) term I. Dan bayarkan sesuai dengan nilai tagihan yang ditujukan ke Negara melalui Bendahara Penerima Ditjen Postel.
  2. Term ke II intinya sama hanya fungsinya untuk pembayaran Sertifikat (SP2 Sertifikat). Dan dibayarkan melaui cara yang sama.
Dua term pembayaran itu saya informasikan sebagai gambaran bahwa itulah cara yang paling aman dalam hal ini. Kecuali jika anda menggunakan jasa pihak ketiga maka anda akan dikenakan biaya sesuai dengan kesepakatan anda di luar pembayaran wajib untuk Negara.
  • PS : Jika anda menggunakan jasa ke tiga. Teliti dan selidiki sebelum menggunakan jasanya agar anda juga terhindar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Demikian informasi singkat tentang Expectation fee/Perkiraan Biaya dalam Kepengurusan Sertifikat POSTEL, jika ada hal-hal yang kurang jelas, silahkan mengunjungi website resmi postel atau bisa juga menghubungi saya 😛

Sample of PM 5 Form / Contoh surat

PM 5 FormDokumen PM 5 form atau formulir PM 5 merupakan salah satu dokumen persyaratan yang harus dilengkapi sebelum mengajukan aplikasi tentang sertifikasi POSTEL/SDPPI, formulir ini merupakan satu kesatuan dengan PM 4 Form

Jadi selain foto kopi legalitas perusahaan baik PM 4 maupun PM 5 form harus terlampir juga. Hal ini sesuai dengan regulasi tentang sertifikasi perangkat telekomunikasi.

 

Untuk mempermudah berikut dibawah ini contoh dokumennya.

PM 5 Form

DIREKTORAT STANDARDISASI
DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI
Jl. Medan Merdeka Barat 17
Jakarta 10110, Indonesia
FR.PM 5
CERTIFICATION FORM
*Government *Company *Personal
DATA OF APPLICANT
1.
Name of Institution/Company/Personal :
2.
Address :


Phone
Fax
Post Code
:
:
:
3.
Name and Position of Applicant:
4.
Address :


Phone
Fax
Post Code
:
:
:
DATA OF EQUIPMENT
5.
Name of Equipment :
6.
Brand of Product :
7.
Model/Type :
8.
Manufactured by : Origin Country :
9.
Manufacturer Address:


Phone
Fax
Post Code
:
:
:
10.
Note : fill this section if there are any arrangements for certification holder other than information stated above
(place, date) .…………………………………….
(Signature)
(name) _________________________

 

Demikian artikel tentang PM 5 Form ini saya buat kurang jelas, sehingga jika anda ingin tahu lebih jelas silahkan menghubungi saya 😛

Namun selain menghubungi saya, di official website dirjen POSTEL (sekarang SDPPI) pun semua persyaratan dan contoh dokumen tersebut di atas, gratis untuk di download 🙂

PM 4 Form ,One of POSTEL Document Requirement / contoh surat pengisian dokumen

PM 4 FormSetelah mengetahui persyaratan administrasi / Petunjuk, Tutorial Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi pada posting sebelumnya, kali ini saya bermaksud melengkapi informasi tersebut dengan memberikan contoh formulir PM 4, (PM 4 Form), sebagai salah satu persyaratan administrasi.
contoh juga bisa anda lihat dengan mengeklik gambar di samping untuk memperbesar tampilan.
Atau bisa juga dilihat di SINI.

berikut adalah contoh PM4 Form.

PM 4 Form

Tips : Print this form on your company head letter

Judul : AUTHORIZATION TO CONDUCT TECHNICAL INSPECTION
Untuk lebih sempurnanya dibawah judul diberikan nomor surat perusahaan anda (your reference number).

kemudian isi dengan lengkap:

The Company/Manufacture,

Name : ……………………
Address : ………………..
Country : ………………..

Contact Person,

Name : …………………..
Position : ………………..
Telephone : ……………
Facsimile : ……………..

Authorize DIRECTORATE GENERAL OF POST AND TELECOMMUNICATION (Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi), Medan Merdeka Barat 17, Jakarta 10110, Indonesia, to conduct technical inspection and to collect 2 (two) sample of equipments :

Name of Equipment : …………….
Brand of Product : …………………
Model / Type : ……………………..

DIRECTORATE GENERAL OF POST AND TELECOMMUNICATION is authorize to collect the above equipment for the purpose of compliance test, if there are any problems found after the issuance of the certificate.

Begitulah intinya isi form PM 4 dan jangan lupa di bagian kanan bawah diisi
(place,date)………………………..
(signature)
(name)
for and behalf of company

Demikian artikel singkat kilat dan kurang jelas tentang PM 4 Form ini, jika membuat anda bingung silahkan menghubungi saya 😛

Petunjuk / tutorial Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi

Petunjuk / tutorial Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi, Sebelum aplikasi dimasuk ke POSTEL, persiapkan persyaratan administrasinya agar bisa menghemat waktu dan biaya anda.
Bisa juga dikonsultasikan sebelumnya dengan staff POSTEL untuk memperjelas persyaratan administrasi tersebut.

Kalau anda mempunyai banyak waktu silahkan baca dan pelajari UU-RI NO.36 TH 1999 tentang TELEKOMUNIKASI dan KM 10 TH 2005 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi sebagai bahan referensi anda.

Petunjuk / tutorial Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi

Dokumen yang wajib disiapkan oleh sang aplikan:

Persyaratan umum:

* Permohonan Sertifikat A oleh pabrikan atau Distributor
* Permohonan Sertifikat B oleh Importir atau Institusi

Persyaratan Administrasi:
Semua persyaratan administrasi bisa anda download gratis di Sini

  1. Surat Permohonan
  2. Surat Penujukan dari Pabrikan untuk permohonan Sertifikat A ( jika Distributor, Agent, dll )
  3. Dokument NPIK dan pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purna jual, untuk permohonan sertifikat B
  4. SIUP/NPWP atau dokumen legal perusahaan.
  5. Spesifikasi data perangkat/data teknis.
  6. Mengisi Form PM.4 dan PM.5
  7. Surat kuasa / surat penunjukan jika pihak lain yang mengerjakannya
Persyaratan Teknis

  1. Dokumen penunjang teknis dan operasional
  2. Dokumen tambahan MRA untuk pelaksanaan uji dokumen (optional)
  3. Sampel Perangkat untuk kategori Customer Premises Equipment (CPE) diperlukan 2 unit dan untuk kategori non CPE diperlukan 1 unit.
Persyaratan tersebut yang wajib dipenuhi dalam setiap permohonan sertifikasi perangkat telekomunikasi ke Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (POSTEL).

Atau bisa juga anda lihat mengenai persyaratan administrasi dalam sertifikasi di blog lainnya tentang requirement for Indonesia’a Type Approval.

Dan jika informasi tersebut masih juga membuat anda bingung, silahkan menghubungi saya melaui e-mail . Tapi jangan marah ya…jika jawabannya agak terlambat, biar dikirain sok-sok sibuk lah…:D

Untuk anda yang tidak memiliki banyak waktu, kepengurusan sertifikasi seperti ini bisa dikuasakan (menggunakan jasa pihak lain). Syukur – syukur dikuasakan kepengurusannya kepada saya “akhirnya beriklan juga”

Demikian artikel singkat tentang Petunjuk / tutorial Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi, semoga bermanfaat.

Jasa Kepengurusan Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi – POSTEL

Umbul Narmadi adalah nama yang sangat membanggakan “setidaknya bagi saya” Terlahir di Kebumen jawa tengah daerah utara Gombong dan juga utara karangayar tepatnya di Kecamatan Karanggayam.

Meninggalkan desa bukan merupakan sebuah pilihan, namun itu adalah jalan panjang perjuangan, merangkak untuk mencapai sesuatu yang berguna bagi kemaslahatan orang banyak.

Blog ini merupakan bagian sejarah perjalanan saya dalam megembangkan usaha Jasa Kepengurusan Sertifikasi Perankgat Telekomunikasi (Product Approvals Specialists) yang diselanggarakan oleh POSTEL [Sekarang Dirjen SDPPI] sehingga saya tidak akan bisa melupakan jasa nya Blogger yang telah bermurah hati memberikan layanan free hosting untuk blog ini.

Pada blog saya yang lain saya menggunakan self hosting dengan platform WordPress di www.narmadi.com ini salah satu personal blog saya yang juga mengulas tentang type approval “silahkan berkunjung”I just wana say thanks if you wanna..

Sebagai upaya untuk terus menginformasikan tentang pentingnya sertifikasi perangkat telekomunikasi demi keamanan dan kemajuan Bangsa indonesia.

Dan semoga melalui media ini masyarakat indonesia juga bisa mengambil sisi positifnya agar jangan sampai merasa dirugikan karena ternyata barang yang beredar dan terbeli adalah barang ilegal serta tidak mempunyai layanan purna jual yang baik di Indonesia.

Disadari atau tidak disadari pasar gelap akan terus berkembang subur di Indonesia karena “jika ada hitam pasti akan ada putih jika ada jalan baik tentu akan ada jalan buruk” Saya sangat mendukung teman – teman yang selalu menghimbau kepada pemerintah untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap alat/perangkat yang masuk tanpa melalui jalan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Semoga dengan pengalaman dan pengetahuan yang miliki saya bisa berbagi kepada seluruh komponen bangsa untuk selalu menyebarkan informasi yang benar, agar terjalin hubungan yang baik antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat Bangsa Indonesia.

Semoga……saja…..Amin

Anyway untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang jasa kepengurusan sertifikasi POSTEL / SDPPI silahkan menghubungi saya melalui email di narmadi[at]narmadi[dot]com atau melalui contact form langsung yang sudah disediakan. 🙂