Biaya iklan dalam berbisnis online

Biaya iklan dalam berbisnis online, Saya yakin bahwa biaya iklan itu sangat perlu untuk dianggarkan dalam meningkatkan pendapatkan dan penjualan baik bentuk produk maupun jasa. Oleh sebab itu kemarin pas blog walking tersangkut di blognya bayumukti.com saya langsung terbesit untuk mencoba menyisihkan anggaran iklan untuk salah satu blog ebooks saya di bayumukti.com [blogger Indonesia] untungnya di approved sama si owner.

Sebenarnya saya tidak punya target yang terlalu muluk-muluk untuk kategori iklan tokobuku ini karena saya sangat menyadari bahwa kesadaran dan kepercayaan masyarakat Indonesia masih kurang yakin dalam hal bertransaksi online.

Tapi yang jelas industri teknologi dan informasi di Indonesia sedang tumbuh pesat saat sekarang ini, saya sendiri membuktikan sendiri terkait dengan bisnis utama saya yaitu type approval service akhir-akhir ini aplikasi sertifikasi dan konsultasi perangkat telekomunikasi yang masuk meningkat tajam [walaupun dari secuil kategori]….lho…nglantur…

Apapun jenis usaha kita mau online mau off line yang jelas informasi tentang bisnis kita harus diinformasikan ke banyak orang dengan efektif dan efisien agar tepat sasaran sehingga peluang untuk menjual produk dan jasa bisa terwujud sesuai harapan, tapi jangan lupa bahwa penting untuk menentukan siapa target market bisnis kita….

Jangan keliru menempatkan iklan di sembarang tempat takut kurang pas dan kurang efisien sehingga dampak dari iklan tersebut tidak berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan,

Alasan saya memilih pasang iklan di bayumukti.com ???

  1. Murah dan tidak murahan
  2. Target marketnya Pas
  3. Tidak diragukan tentang jumlah pengunjung
  4. Enak diajak konsultasi dan cukup komunikatif

Saya sendiri juga belum tahu pasti bagaimana dampak pemasangan iklan tersebut…he….he..he.
Padahal yang ingin diiklankan tadinya program affiliasinya tapi tidak apa-apa karena saya menganggarkan untuk pasang langsung 3 bulan dan owner blog sudah menginformasikan kalau bannernya bisa dirubah tiap bulan jadi ya no problem.

Sepertinya hal ini bisa dijadikan perbandingan dalam beriklan dan menganggarkan iklan.

Pilihanku laptopku jatuh pada acer Aspire 4720Z

Beberapa hari terakhir ini di sela-sela kepadatan yang harus dipaksakan untuk tetap ngurusin pekerjaan inti, dari mulai mengumpulkan informasi, referensi dan survey di lapangan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kompi baru sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada klien.. :D)
[sok sibuk neeh…]
dan juga untuk mengoptimalkan system virtual office yang sedang saya bangun.

Akhirnya pilihanku jatuh pada laptop ACER Aspire 4720Z dengan spesifikasi

  • Intel Pentium dual-core processor T2390 (1.86 GHz, 533 Mhz FSB, 1 MB L2 Cache)
  • Mobile intel Graphic Media Accelerator X3 100
  • 512 DDR2
  • 160 GB HDD
  • DVD Super Multi DL
  • 802.11 b/g WLAN
  • Bluetooth 2.0 + EDR

Memang nggak keren-keren amat sih yang penting saya pakai software yang original biar gak repot dikemudian hari terutama lagi bisa mengoptimalkan perkerjaan ketika dalam perjalanan dengan kendaraan operasionalku.

O iya webcam nya juga ada tuh lumayan deh, tapi gak tau kelemahannya sih sejauh ini karena belum memakai lama, mungkin kalau ada temen-temen yang sudah pernah pake dan punya keluhan tentang produk Acer? silahkan saya tunggu komentar dan masukannya.

www.typeapproval-indonesia.com

Dua bulan terakhir ini luar biasa….[ngikutin Andri wongso neehh] akhirnya baru bisa crita deh…..[sekilas aja ya…] gak enak kalu ada yang kurang senang denger kaya ginian ;D

Btw..
Setelah resign dari kantor lama pelan pelan bisnisku berjalan mendekati harapan, [my own business is one of competitor for my previous office] badan usaha sudah selesai dan beres dibantuin oleh temen lama Mas haris [thanks to kang Haris] gandeng badan usaha udah beres tentunya kantor membutuhkan kendaraan operasional dan perburuan kendaraan operasional juga udah tamat…
Hari ini bener bener terasa seneng karena saya dikaruniai kesempatan untuk menginformasikan bahwa websitenya pun sudah kelar… dibantuin sama temen juga [Thanks to Aji].
Ini kaya bagian launching album…..banyak kata thanks to…….

Mohon doa restunya semoga usaha ini berjalan lancar tanpa gangguan suatu apa..amin..
Saya sangat berterima kasih jika anda berkenan meninggalkan komentar……..

‘Ngurus Izin Telekomunikasi Nggak Kena Pungli’

Info Bagus buat siapa aja yang masih terkait perijinan…berikut kutipannya.

Ditjen Postel Depkominfo menegaskan bahwa dalam proses pengurusan izin penyelenggaraan telekomunikasi tidak dikenai pungutan apapun. Apalagi pungutan liar (pungli). Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S Dewa Broto, menyatakan demikian. Ia mengatakan seandainya ada kewajiban finansial, dasar acuannya ditentukan oleh PP No. 28 Tahun 2005 tentang Tarif Atas Jenis PNBP yang berlaku pada Departemen Kominfo.

“Seperti misalnya BHP Jasa Telekomunikasi dan Kontribusi USO,” Gatot mengumpamakan dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip detikINET, Senin (14/7/2008).

Pernyataan yang disampaikan pihak Postel, menurut Gatot, dipicu oleh pihak Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) yang menuding untuk memeroleh izin penyelenggaran lisensi modern dibutuhkan biaya tambahan.Merasa didiskreditkan, Postel pun membatah keras hal tersebut. “Supaya tidak ada fitnah yang berkembang,” Gatot menandaskan.

Berburu Mobil Bekas ke TVRI Semarang

Berburu Mobil Bekas ke TVRI SemarangAkhirnya masa perburuan kendaraan operasional berakhir sudah.

Seteleh mengunjungi bursa mobil jawa tengah tepatnya di TVRI semarang adalah perburuan terakhir saya.

Saking butuhnya kendaraan operasional sampe ke semarang juga saya rela.

Berburu Mobil Bekas ke TVRI Semarang

Memang banyak sekali peserta pameran dengan mobil dagangan mereka dan hebatnya yang memamerkan dagangannya bukan hanya dari wilayah semarang saja.

Continue reading

Antisipasi Ditjen Postel Terhadap Maraknya Peralatan Telekomunikasi Asing

Berikut adalah informasi yang sangat penting bagi siapa saja yang turut peduli dengan perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia terkait dengan sertifikasi perangkat telekomunikasi. Saya mendapatkan beritanya di website POSTEL [*Update: 27 Februari 2013, sumber URL; http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=994 broken link]. Berikut kutipannya.

Siaran Pers No. 67/DJPT.1/KOMINFO/6/2008

Antisipasi Ditjen Postel Terhadap Maraknya Peralatan Telekomunikasi Asing

Beberapa tahun terakhir ini, pemasaran perangkat telekomunikasi di Indonesia yang berasal dari negara-negara lain makin meningkat. Pada satu sisi, fenomena tersebut menunjukkan, bahwa aktivitas bisnis telekomunikasi di Indonesia memang terus menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, sesuai dengan di antaranya hasil riset Nielsen Advertising Services terhadap dana pemasaran sektor telekomunikasi di berbagai media massa pada kurun waktu beberapa tahun ini.

Namun demikian, pada sisi yang lain, fenomena tersebut juga patut disikapi dengan keprihatinan yang sangat dalam, karena tingkat konsumerisme masyarakat Indonesia sangat tinggi terhadap produk atau perangkat telekomunikasi asing. Itulah sebabnya Ditjen Postel terus mendorong pada para pelaku bisnis industri telekomunikasi di Indonesia untuk mulai memberikan perhatian khusus pada pemenuhan produk telekomunikasi domestik, yaitu di antaranya disebutkan, bahwa penyelenggara telekomunikasi wajib menggunakan produksi dalam negeri dalam bentuk pembelanjaan modal (capital expenditure) sekurang-kurangnya 30% per tahun dan pembiayaan operasional (operating expenditure) sekurang-kurangnya 50% per tahun dalam membangun jaringan bergerak seluler sistem IMT2000/3G, dimana pembelanjaan modal dan pembiayaan operasional sebagaimana dimaksud di atas tidak termasuk untuk pengadaan tanah, pembangunan gedung, penyewaan gedung, pemeliharaan gedung/bangunan dan gaji pegawai. Concern lain Ditjen Postel adalah berupa pemberian fasilitasi pada sejumlah perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk keperluan riset dan pengembangan perangkat telekomunikasi serta driving force terhadap industri perangkat telekomunikasi domestik untuk mulai mengembangkan tehnologi layanan WiMAX.

Bahkan seandainya program USO tidak terkendala proses tendernya, maka salah satu kewajiban pemenang tender USO adalah keharusan menggunakan capital expenditure (capex) minimal sebesar 35 % untuk produksi dalam negeri. Di samping itu, dalam hal pelaksana penyedia menggunakan frekuensi radio 2,3 GHz, maka perangkat telekomunikasi yang digunakan wajib memiliki tingkat komponen dalam negeri minimal sebesar 20 %. Sudah barang tentu Ditjen Postel sangat berhati-hati dan sistematis penyusunan grand design dalam lebih memperhatikan produk telekomunikasi domestik tanpa harus mengganggu fluktuasi pasar, sehingga tidak memaksa industri telekomunikasi untuk harus sepenuhnya menggunakan produk telekomunikasi domestik, tetapi ujung-ujungnya berdampak pada peningkatan harga jual di konsumen. Kondisi tersebut sangat dihindari dan salah satu solusinya adalah dengan pengenaan kewajiban secara bertahap secara kontinyu dalam jumlah yang konstan.

Perhatian Ditjen Postel terhadap makin meningkatnya penggunaan perangkat telekomunikasi asing di Indonesia ini sama sekali bukan membatasi, tetapi semata-mata hanya mengatur penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, khususnya Pasal 32 Ayat (1), menyebutkan, bahwa perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Ketentuan tersebut sekaligus menunjukkan, bahwa perangkat telekomunikasi asing apapun yang diperdagangkan di Indonesia tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku, karena seandainya tidak, berarti telah terjadi pelanggaran, karena Pasal 52 UU Telekomunikasi menyebutkan, bahwa barang siapa memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan atau menggunakan perangkat telekomunikasi di wilayah Negara Republik Indonesia yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Terhadap kemungkinan adanya pelanggaran tersebut Ditjen Postel terus melakukan penegakan hukum dengan berbagai instansi terkait dan termasuk juga dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. Kerja-sama tersebut tertuang dalam Kesepakatan Bersama Antara Dirjen Postel, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Dirjen Bea dan Cukai No. 91/DIRJEN/2003; 23/PDN/SK/VI/2003; 129/BC/2003 tentang Pengawasan Alat dan Perangkat Telekomunikasi, yang ditanda-tangani pada tanggal 10 Juni 2003. Pada Pasal 6 dari Kesepakatan Bersama disebutkan, bahwa dalam rangka pengawasan alat dan atau perangkat telekomunikasi Direktur Jenderal Bea dan Cukai: a. Melakukan pengawasan terhadap alat dan atau perangkat telekomunikasi yang dimasukkan ke dalam daerah pabean sesuai dengan persyaratan teknis dan izin dari Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi; b. Melakukan tindakan yang diperlukan terhadap alat dan atau perangkat telekomunikasi yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan izin dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi sesuai ketentuan kepabeanan yang berlaku; c. Menyampaikan informasi kepada Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi dalam hal terdapat alat dan atau perangkat telekomunikasi yang belum ada ketentuan tentang persyaratan teknis dan izin.

Dalam kaitan ini, Ditjen Postel secara rutin sejak dua tahun terakhir ini selalu mempublikasikan data perangkat telekomunikasi yang mengajukan permohonan dan juga yang telah memperoleh sertifikat dari Ditjen Postel. Tujuan publikasi ini selain sebagai bentuk transparansi proses perizinan perangkat telekomunikasi, juga memungkinkan masyarakat umum mengetahui beragam dan jenis perangkat telekomunikasi yang terdaftar resmi di Ditjen Postel sesuai dengan kurun waktu tertentu, karena sejauh ini kadang kala sebagian masyarakat hanya mengetahui adanya branding perangkat tertentu yang cukup terkenal di pasaran, padahal cukup banyak merk lain yang terdaftar dan tersertifikasi. Namun demikian, terdaftar dan tersertifikasinya perangkat-perangkat tersebut bukan berarti aman bagi mereka (vendor, pabrikan dan atau importir), karena seandainya ada perubahan terhadap spesifikasi dan standar teknisnya, maka harus dilakukan pengujian ulang. Siaran Pers ini sangat penting, karena beberapa waktu terakhir ini sering muncul kecurigaan terhadap produk perangkat telekomunikasi tertentu dari suatu negara tertentu. Oleh karena itu, selain Ditjen Postel tetap terus melakukan penegakan hukum, kepada masyarakat umum pun dan stake holders industri telekomunikasi diberi kesempatan sangat luas seandainya menjumpai adanya perangkat telekomunikasi yang tidak tersertifikasi oleh Ditjen Postel, sehingga Ditjen Postel akan segera menindak lanjuti untuk penertibannya.

USB Modem CDMA Venus VT-12 Bagus Untuk koneksi internet

  • Update Tanggal 14 Oktober 2009 di SINI

 

USB Modem CDMABagi anda yang sering membutuhkan koneksi internet dengan lokasi yang tidak menetap.


Ini mungkin salah satu produk yang bisa dijajikan rujukan untuk anda.


Berikut Spesifikasi Teknis USB CDMA Modem Venus VT-12:

USB Modem CDMA

Jenis CDMA : CDMA 20001x RTT
Frekuensi (Band) Bekerja : 800 Mhz (Band class 0 ,mendukung Sistem A dan B)
824Mhz~849Mhz dan 869Mhz~894Mhz
Dukungan ke Layanan Provider : R-UIM Card , mengikuti standard 3GPP2
Sensifitas : -104 dBm (FER <= 0,5%) dan (-25dBm FER < style=”font-weight: bold;”>Antar Muka
Tipe antar muka : USB 2.0 kompatibel dengan USB 1.0
Kecepatan Provider : Uplink and downlink transmit speed ≤153.6 Kbps
Kecepatan DataKoneksi : 234 kbpsMinimum Sistem
Sistem Operasi
: Windows 2000/XP/Vista

Perangkat keras komputer :

    • CD-Rom
  • Ruang kosong 30 Mb pada piring penyimpanan
  • Pentium II atau yang lebih baik

Tambahan spek untuk usb modem cdma ini

Layanan Suara : Dukungan layanan suara dengan vocoder 13Kbps QCELP dan 8
Kbps EVRC
Layanan SMS : 160 karakter 8-bit ASCII (>=7 bit ASCII)
Data : Data mode packet switch dengan kecepatan hingga 153,6 Kbps
Voltase bekerja : 5V
Chipset : QualComm MSM6025

    • Mobile Wireless Internet yang dapat digunakan dimana saja, kapan saja
  • Akses internet berkecepatan tinggi sampai dengan 230,4 Kbps — lebih cepat dari kabel modem dan Wi-Fi (64 Kbps), dan PSTN modem (56 Kbps)
  • Menggunakan R-UIM (Removable User Identity Modul)
  • Dapat juga digunakan untuk telepon dan SMS
  • Support Operator : FREN(800 MHz), Flexi(800 MHz), StarOne(800 MHz),dan Esia(800 MHz)

Garansi Pabrik 6 Bulan
Bersertifikat Ditjen POSTEL

  • Beli satuan cuma $ 60 USD
    NEW Price >>> Hanya Rp. 520.000,- satuan
    • Beli sampai 5 unit bisa $ 57 USD
  • Beli sampai 10 unit bisa $ 54 USD

Terbuka untuk yang ingin membuka peluang bisnis…

  • Update Tanggal 14 Oktober 2009 di SINI

Untuk informasi lebih lanjut tekait USB modem CDMA ini silahkan menghubungi kita

 

Siaran Pers No. 59/DJPT.1/KOMINFO/5/2008

Rancangan Perdirjen Postel Tentang Penggunaan Frekuensi Radio Yang Termasuk Dalam Izin Kelas: Pengguna Spektrum Frekuensi Radio Dalam Penggunaan Perangkat Dilarang Melebihi Daya Pancar, Parameter Emisi Ataupun Daerah Jangkauan Sesuai Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku

Sesuai ketentuan yang diatur dalam Pasal 1, 3, dan 6 pada Peraturan Menkominfo No. 17/PER/M.KOMINFO/10/2005 tahun 2005 tentang Tata Cara Perizinan dan Ketentuan Operasional Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio, menyebutkan, bahwa salah satu jenis izin penggunaan frekuensi adalah dalam bentuk izin kelas. Dalam ketentuan tersebut disebutkan, bahwa izin kelas (sebagai salah satu izin penggunaan spektrum frekuensi yang secara keseluruhan meliputi: izin pita frekuensi radio, ISR dan izin kelas) adalah izin stasiun radio yang melekat pada sertifikat alat/perangkat telekomunikasi berdasarkan persyaratan tertentu. Izin kelas tersebut meliputi antara lain :

  1. untuk keperluan industri, ilmu pengetahuan dan kesehatan ( Industrial, Scientific and Medical/ISM Band );
  2. penggunaan pita frekuensi radio 2400 – 2483.5 MHz;
  3. penggunaan frekuensi radio untuk alat dan perangkat telekomunikasi dengan daya pancar dibawah 10 mW.
Mengingat pentingnya pengaturan penggunaan frekuensi radio yang termasuk dalam izin kelas, maka Ditjen Postel melalui Siaran Pers ini mengadakan konsultasi publik mulai hari ini Jum’at tanggal 16 Mei 2008 s/d. 30 Mei 2008 dengan tujuan untuk memperoleh tanggapan publik terhadap Rancangan Peraturan Dirjen Postel tentang Penggunaan Frekuensi Radio Yang Termasuk Dalam Izin Kelas. Tanggapan ini dapat disampaikan ke alamat email: gatot_b@postel.go.id , denny@postel.go.id dan aju@postel.go.id . Lebih lanjut penggunaan izin kelas lainnya yang diatur dalam rancangan ini adalah sebagai berikut:
  1. Terminal pelanggan untuk komunikasi seluler dan FWA.
  2. Perangkat komunikasi jarak pendek ( short rangecommunications devices/SRD ).
  3. Terminal pelanggan komunikasi radio trunking.
  4. Terminal komunikasi radio panggil untuk umum ( pager radio ).
  5. Perangkat telepon nirkabel ( cordless phone ).
  6. Perangkat radio yang menggunakan gelombang radio infra merah ( infra red).
Izin kelas diberikan dengan ketentuan: spektrum frekuensi radio tertentu digunakan secara bersama; dilarang menimbulkan gangguan interferensi yang merugikan; dan tidak mendapatkan proteksi terhadap gangguan interferensi frekuensi radio. Setiap pengoperasian perangkat komunikasi radio yang dikategorikan ke dalam izin kelas, wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut:
  1. pengguna frekuensi dalam pengoperasian perangkat dilarang menimbulkan gangguan interferensi yang merugikan;
  2. dalam hal terjadi gangguan interferensi yang merugikan, pengguna frekuensi harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi gangguan tersebut;
  3. pengguna frekuensi harus menjamin bahwa perangkat penyebab interferensi yang merugikan, segera dihentikan pengoperasiannya sampai gangguan tersebut dapat diatasi;
  4. pengguna spektrum frekuensi radio dalam penggunaan perangkat dilarang melebihi daya pancar, parameter emisi ataupun daerah jangkauan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  5. penggunaan perangkat komunikasi radio wajib memenuhi persyaratan, spesifikasi dan standar teknis, serta prosedur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Info : Postel [*Update 27 Februari 2013, Sumber URL http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=982 broken link]