Rabu, 23 Juli 2008

www.typeapproval-indonesia.com

Dua bulan terakhir ini luar biasa....[ngikutin Andri wongso neehh] akhirnya baru bisa crita deh.....[sekilas aja ya...] gak enak kalu ada yang kurang senang denger kaya ginian ;D

Btw..
Setelah resign dari kantor lama pelan pelan bisnisku berjalan mendekati harapan, [my own business is one of competitor for my previous office] badan usaha sudah selesai dan beres dibantuin oleh temen lama Mas haris [thanks to kang Haris] gandeng badan usaha udah beres tentunya kantor membutuhkan kendaraan operasional dan perburuan kendaraan operasional juga udah tamat...
Hari ini bener bener terasa seneng karena saya dikaruniai kesempatan untuk menginformasikan bahwa websitenya pun sudah kelar... dibantuin sama temen juga [Thanks to Aji].
Ini kaya bagian launching album.....banyak kata thanks to.......

Mohon doa restunya semoga usaha ini berjalan lancar tanpa gangguan suatu apa..amin..
Saya sangat berterima kasih jika anda berkenan meninggalkan komentar........

Minggu, 20 Juli 2008

Penambahan Pelanggan Starone Terkendala Interkoneksi Telkom

Bandung (ANTARA News) - Indosat mengeluhkan terhambatnya penambahan pelanggan FWA (fix wireless acces) Starone Indosat antara lain disebabkan oleh lambatnya Telkom membuka interkoneksi teleponi.

"Problem pengembangan Starone karena operator lain tidak mau membuka akses interkoneksi," kata Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya yang didampingi Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro dalam jumpa pers peluncuran tiga program baru Indosat di Bandung, Minggu. Teguh Prasetya yakin kendala ini tidak hanya dialami oleh Indosat, tetapi juga operator FWA lainnya seperti Mobile-8 (fren) dan Bakrie Telecom (esia). Kendala ini juga membuat Indosat kurang mempromosikan layanan Starone dibandingkan produk Indosat yang lainnya.

Teguh juga mengeluhkan regulator tidak memperbaharui Fundamental Tehnical Plan Telekomunikasi Indonesia sejak 2000 yang merupakan rujukan industri telekomunikasi.

"Pemerintah belum melakukan update lagi terhadap Fundamental Technical Plan. Seharusnya saat ini sudah telekomunikasi berbasis IP (Internet Protocol)," kata Teguh.

Meski terkendala interkoneksi, Teguh mengatakan saat ini ada sekitar 900 ribu pelanggan Starone dari 600 ribu pelanggan pada akhir 2007.

"Kita menargetkan ada 1,2 juta pelanggan Starone sampai akhir 2008 dengan syarat tidak ada kendala interkoneksi," katanya.

Layanan Starone Indosat sendiri saat ini telah merambah ke 67 kota di seluruh Indonesia, dan ditargetkan telah menjangkau 90 kota sampai akhir 2008. Pada kesempatan yang sama, Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro mengatakan salah satu kendala pengembangan pelanggan CDMA adalah bahwa tarif GSM saat ini jauh sangat murah dan mendekati tarif CDMA.

Guntur Siboro mengatakan Indosat berhasil menambah sebanyak dua juta pelanggan selama kuartal pertama 2008, dan penambahan jumlah pelanggan kuartal kedua 2008 lebih banyak dibandingkan kuartal pertama tanpa menyebutkan angkanya. Guntur merinci lebih dari 32 juta pelanggan Indosat saat ini yang terdiri atas 10 juta pelanggan Mentari, lebih dari 20 juta pelanggan IM3, sekitar 700 ribu pelanggan Matrix dan sekitar 800 ribu pelanggan Starone.

Pada kesempatan itu, Indosat meluncurkan tiga layanan baru mereka yaitu BlackBerry on Demand, i-square dan Arena Musik. Layanan Blackberry On Demand. merupakan layanan BlackBerry Internet Service untuk pelanggan prabayar Indosat (Mentari dan IM3) . Sedangkan i-square lounge yang merupakan pengembangan dari i-square, yang lebih menitikberatkan program diskon dna program khusus melalui kerja sama dengan merchant Indosat.

Layanan Arena Musik merupakan fitur yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan fitur-fitur mengenai musik seperti i-ring, Ring Tone, Wallpaper, Screensaver, Info Artis & Musik Terbaru.

Indosat Luncurkan Layanan Blackberry Untuk Pelanggan Prabayar

Jakarta (ANTARA News) - Pelanggan prabayar Indosat (Mentari dan IM3) sekarang dapat menikmati layanan BlackBerry Internet Service setelah Indosat meluncurkan layanan Blackberry On Demand.

Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro dalam acara peluncuran program Indosat terbaru yaitu Blackberry on Demand, i-square dan Arena Musik di Bandung, Minggu, mengatakan pihaknya mengincar anak muda pengguna Blackberry selain pemakai Blackberry yang terbiasa menggunakan untuk urusan kantor.

"Blackberry on Demand ini merupakan layanan yang pertama di dunia," klaim Guntur.

Dalam kesempatan yang sama, Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan pihaknya menargetkan meraih pengguna Indosat Blackberry sebanyak 100.000 orang sampai akhir 2008.

"Saat ini pelanggan Indosat Blackberry ada 12.000. Dengan adanya Blackberry on Demand kita menargetkan 100.000 pelanggan sampai akhir tahun 2008," katanya.

Blackberry on Demand tersedia dalam dua paket yaitu paket mingguan selama tujuh hari dan paket bulanan selama 30 hari, yang memberikan peluang bagi pelanggan Matrix, Mentari dan IM3 untuk dapat menikmati fitur-fitur Blackberry seperti menerima dan mengirim email, browsing internet, mengunduh aplikasi dan chatting.

Tarif Blackberry On Demand Rp70.000 untuk paket mingguan, Rp160.000 untuk per bulan untuk pelanggan Mentari dan IM3, dan Rp175.000 per bulan untuk pelanggan Matrix.

Dalam acara tersebut, Indosat juga meluncurkan Blackberry Unite! yang diklaim sebagai layanan pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik, yaitu layanan memungkinkan lima pelanggan layanan Blackbery untuk mengakses email, browsing, kalendar, kontak, gambar, dokumen dan konten lainnya.

Teguh mengatakan Blackberry Unite! sangat cocok untuk pengguna Blackberry komunitas dan keluarga dengan keuntungan tidak perlu menyimpan data terlalu banyak di memori card handsetnya.

Indosat juga meluncurkan i-square lounge yang merupakan pengembangan dari i-square, yang lebih menitikberatkan program diskon dan program khusus melalui kerja sama dengan merchant Indosat.

Minggu, 13 Juli 2008

'Ngurus Izin Telekomunikasi Nggak Kena Pungli'

Info Bagus buat siapa aja yang masih terkait perijinan...berikut kutipannya.

Ditjen Postel Depkominfo menegaskan bahwa dalam proses pengurusan izin penyelenggaraan telekomunikasi tidak dikenai pungutan apapun. Apalagi pungutan liar (pungli). Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S Dewa Broto, menyatakan demikian. Ia mengatakan seandainya ada kewajiban finansial, dasar acuannya ditentukan oleh PP No. 28 Tahun 2005 tentang Tarif Atas Jenis PNBP yang berlaku pada Departemen Kominfo.

"Seperti misalnya BHP Jasa Telekomunikasi dan Kontribusi USO,” Gatot mengumpamakan dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip detikINET, Senin (14/7/2008).

Pernyataan yang disampaikan pihak Postel, menurut Gatot, dipicu oleh pihak Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) yang menuding untuk memeroleh izin penyelenggaran lisensi modern dibutuhkan biaya tambahan.Merasa didiskreditkan, Postel pun membatah keras hal tersebut. "Supaya tidak ada fitnah yang berkembang," Gatot menandaskan.

Jumat, 11 Juli 2008

Kalahkan EV-DO, W-CDMA Lebih Agresif

Jumlah pelanggan 3G Asia Pasifik meningkat, seiring dengan adanya pertambahan 13,3 juta sambungan pada kuartal pertama 2008. Pelanggan 3G Asia Pasifik kini mencapai 136,3 juta, naik 53,7 persen dibanding kuartal pertama 2007. Data tersebut dilansir perusahaan analis pasar The Mobile World, seperti dikutip detikINET dari Cellular News, Jumat (11/07/2008).

Pertambahan 13,3 juta pelanggan seperti disebut di atas hanya mencakup CDMA EV-DO sebagai 3G, bukan koneksi standar 1x (CDMA-2000 1x). Jika data pertumbuhan koneksi standar 1x disertakan, total pertambahan pelanggannya akan menjadi 37,7 persen, mencapai 264,3 juta pelanggan.

Sumber pertumbuhan terbesar adalah dari W-CDMA, mencapai hampir 86 persen dari semua koneksi mobile di Asia Pasifik pada akhir Maret. Jumlah pelanggan W-CDMA naik 74 persen tahun ini menjadi 98,4 juta, dengan 12,3 juta pelanggan baru pada kuartal pertama 2008. Sementara itu basis pelanggan EV-DO hanya naik 17,7 persen dalam 12 bulan, pertambahan pelanggan hanya kurang dari 1 juta pada akhir dua kuartal.

The Mobile World menyebut Korea Selatan sebagai basis pertumbuhan pelanggan yang paling agresif. Dalam waktu kurang dari setahun, tepatnya setelah peluncuran layanan oleh SK Telecom dan KT Freetel, pelanggan W-CDMA Korsel tumbuh pesat, hingga mencapai 9,2 juta pelanggan pada kuartal pertama 2008.

Benarkah Konsumen Dirugikan Kartel SMS?

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan enam operator telekomunikasi bersalah karena membentuk kartel kesepakatan harga untuk layanan pesan singkat (SMS). Akibatnya, konsumen pun dirugikan triliunan rupiah. Benarkah konsumen telah dirugikan? Pengamat Ekonomi Pande Radja Silalahi mengaku tak setuju konsumen telah dirugikan. "KPPU dalam menghitung consumer loss lebih banyak salah daripada benarnya,” tegasnya kepada sejumlah media. Benarkah demikian?

Kerugian Pelanggan

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2008 lalu, KPPU memutuskan PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), PT Telkom Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Mobile-8 Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom, telah melanggar pasal 5 UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Akibat putusan itu, KPPU pun mendenda Telkomsel dan XL masing-masing Rp 25 miliar, Telkom Rp 18 miliar, Mobile-8 Rp 5 miliar, dan BTel Rp 4 miliar. Tak terima, semua operator yang bermasalah sepakat untuk banding ke Pengadilan Negeri. Saat ini Mahkamah Agung masih menentukan pengadilan mana yang dipilih mengingat alamat masing-masing operator berbeda.

Dalam putusannya, KPPU juga memaparkan tentang consumer loss atau kerugian pelanggan akibat terjadinya praktik kartel SMS tersebut. Selama periode 2004 hingga 1 April 2008 konsumen disebut telah mengalami kerugian Rp 2,827 triliun akibat seragamnya tarif SMS lintas operator: yakni Rp 250 sampai Rp 350.

Pelanggan Telkomsel dianggap mengalami kerugian terbesar, Rp 2,1 triliun. Disusul oleh pelanggan XL Rp 346 miliar, Telkom Rp 173,3 miliar, Bakrie Telecom Rp 62,9 miliar, Mobile-8 Rp 52,3 miliar, dan Smart Telecom Rp 0,1 miliar.

Kerugian tersebut dihitung berdasarkan hilangnya kesempatan dari konsumen untuk mendapatkan tarif SMS yang lebih rendah dan hilangnya peluang menggunakan layanan SMS yang lebih banyak pada harga yang sama. Serta kerugian intangible akibat terbatasnya alternatif pilihan.

Saat membacakan putusan, Ketua Majelis Komisi KPPU Dedie Martadisastra menjelaskan, perhitungan consumer loss dilakukan dengan cara mendapatkan selisih antara harga kartel minimum Rp 250 dengan harga kompetitif Rp 114 dikalikan dengan minimal keuntungan yang didapat oleh operator dari SMS lintas pelanggan 16% setelah itu dikalikan dengan pendapatan dari SMS masing-masing operator selama empat tahun yakni 30%.

Harga kompetitif Rp 114 yang didapat oleh KPPU dengan menggunakan perhitungan tarif interkoneksi Rp 76 ditambah biaya Retail Service Activities Cost (RSAC) sebesar 40% dari biaya interkoneksi dan margin keuntungan 10% dari biaya interkoneksi.

Masih Bisa Didebat

Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar menganggap angka yang dikeluarkan KPPU masih dapat diperdebatkan karena acuan yang digunakan oleh lembaga tersebut adalah biaya interkoneksi untuk 2007. Berdasarkan hitungan pada tahun tersebut biaya produksi SMS di luar biaya aktivitas retail dan margin keuntungan adalah Rp 76. "Sekarang biaya produksi SMS sekitar Rp 52. Jadi perhitungan KPPU bisa diperdebatkan," katanya.

Berdasarkan literarur ekonomi, consumer loss adalah selisih antara harga kerelaan membayar suatu produk oleh konsumen dengan harga pokok sebenarnya dari produk tersebut. Kerugian konsumen terjadi akibat tidak adanya pilihan lain selain hanya produk tersebut yang ada di pasar. "Kondisi ini dapat terjadi akibat monopoli atau produk dipatenkan seperti di industri farmasi melalui obat paten," kata Pande.

Menurut dia, pembuktian consumer loss sangat sulit karena tergantung pada preferensi konsumen. "Di industri telekomunikasi bagaimana mau dibilang ada monopoli atau tidak ada pilihan, persaingannya tajam sekali," katanya lagi.

Selain itu, lanjutnya, terdapat beberapa dasar perhitungan yang digunakan KPPU masih bisa diperdebatkan seperti periode perhitungan yang tidak konsisten, perhitungan pendapatan operator yang berdasarkan Average Revenue Per User (ARPU) dikalikan jumlah pelanggan, dan penetapan besaran RSAC serta margin keuntungan.

"Padahal, setiap tahun komponen seperti ARPU, RSAC, dan margin keuntungan struktur biayanya berubah-ubah alias tidak bisa dipatok dengan angka minimum."

Belum lagi, lanjutnya, patokan pendapatan operator dari SMS sebesar 16%, sejatinya berdasarkan kontribusi SMS lintas operator milik Telkomsel. Sebagai penguasa pangsa pasar 56%, Pande menilai wajar kontribusi SMS lintas operator bagi Telkomsel rendah. Kondisi ini tentu berbeda jika dijadikan acuan operator dengan pangsa pasar kecil.

"Hal yang lebih aneh adalah penetapan margin sebesar 10%. Di era pasar bebas tidak pernah ada besaran margin keuntungan ditentukan oleh pihak lain. Jika ditentukan sebesar itu, tentu lebih baik investor meletakkan uangnya di bank karena bunga bank saja besarnya 15%. Inilah bukti kongkrit bahwa perhitungan consumer loss itu terlalu dipaksakan oleh KPPU," tukas Pande

"Jika dihitung berdasarkan inflasi, konsumen malah mendapatkan consumer surplus (keuntungan) 60%. Harga Rp 350 itu kan tetap terus, sementara inflasi di Indonesia semakin tinggi. Jadi, bukannya ini keuntungan bagi konsumen," ujarnya lagi.

Menurut Pande, keluarnya hitungan consumer loss oleh KPPU adalah upaya dari lembaga tersebut untuk mencari simpati publik mendukung keputusan yang mereka buat. "Hal ini dibuktikan dengan keluarnya pernyataan yang mempersilahkan anggota masyarakat untuk menuntut ke pengadilan berdasarkan data yang dimiliki KPPU. Ini kan seperti menyuruh masyarakat ramai-ramai menggebuk operator. Padahal, keluarnya keputusan ada kartel tersebut sudah memukul citra para operator," tandasnya.

Bagaimana menurut Anda?

Info : detikinet.com [http://www.detikinet.com/read/2008/07/10/180610/970160/328/benarkah-konsumen-dirugikan-kartel-sms]

BCA Diisukan Bakal 'Pingsan'

Berita kali ini saya rasa perlu di sebarluaskan sebelum benar-benar terjadian ada yang sirugikan baca aja kutipan berikut di bawah ini....

Transaksi Elektronik

Kabar yang menyatakan Bank Central Asia akan melakukan migrasi aplikasi merebak via pesan instant (instant messaging). Nasabah pun diimbau untuk tidak melakukan transaksi pada waktu-waktu yang disebutkan. Dalam pesan yang kini telah beredar luas tersebut, pengirimnya mengaku sebagai karyawan BCA. "BCA akan melakukan migrasi aplikasi pada tanggal 11 dan 12 Juli dari jam 23.30 tepatnya sampai jam 1.30 pagi hari berikutnya. Sebaiknya jangan melakukan transaksi pada jam-jam tersebut," tulis pesan tersebut.

Lalu bagaimana kesahihan dari kabar ini? Pihak humas BCA telah memberikan klarifikasinya kepada detikINET, Jumat (11/7/2008).

Menurut e-mail resmi dari BCA tersebut, salah satu bank terbesar di Indonesia itu memang mengakui bakal melakukan pemeliharaan rutin terhadap sistem aplikasinya. Akibatnya, kemungkinan besar beberapa transaksi melalui layanan perbankan elektronik mereka akan mengalami gangguan. Namun hal itu bakal dilakukan BCA pada tanggal 12 Juli 2008 pukul 01.30 WIB pagi. Dengan jadwal melakukan pemeliharaan sistem aplikasi secara rutin selama kurang lebih 30 menit.

"Sementara proses tersebut berlangsung, terdapat kemungkinan beberapa transaksi melalui layanan perbankan elektronik yang mengalami gangguan selama 30 menit tersebut. Tim teknis BCA berusaha agar proses pemeliharaan tersebut berjalan lancar.
Untuk ketidaknyamanan ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada segenap nasabah," demikian tanggapan BCA.

600 Juta Pengguna Internet Berisiko Terkena Serangan

Jakarta (ANTARA News) - Berdasarkan penelitian yang dilakukan institut teknologi Swiss (the Swiss Institute of Technology), Google, dan IBM menemukan sekitar 600 juta pengguna internet di dunia tidak membarui sistem keamanan browser mereka sehingga komputer mereka lebih berisiko terkena virus maupun serangan lain dari penjahat cyber. Gagal menerapkan file-file penambal (penyempurna) pengamanan yang ditawarkan vendor atau kehilangan mereka sama sekali, adalah awal dari bencana, kata laporan itu yang dikutip oleh media di London.

Membarui sistem keamanan browser sangat penting karena menurut laporan itu seringkali penjahat cyber menggunakan situs internet untuk menyerang pengguna. Penulis laporan merekomendasikan bahwa "peringatan kadaluwarsa", sebagaimana dalam industri makanan, perlu diperkenalkan pada aplikasi-aplikasi browser untuk membantu mengedukasi pengguna tentang perlunya menyegarkan sistem mereka.

Para pengguna seringkali diberikan penambal (software update) oleh provider untuk mencegah adanya kelemahan-kelemahan atau lubang-lubang keamanan. Penjahat cyber biasanya memanfaatkan lubang-lubang dalam sistem keamanan itu dengan kode tersembunyi di situs internet untuk membajak mesin. Menurut penelitian, para pengguna browser Firefox cenderung untuk menggunakan versi-versi terbaru, ketika pengguna Internet Explorer sangat lambat membarui (update) browser mereka.

Lebih dari 83 persen pengguna Firefox menggunakan versi terbaru, versi yang paling aman, lebih besar dibanding pengguna Safari yang hanya 65 persennya, pengguna Opera 56 persen, dan Internet Explorer hanya 47 persen pengguna yang membarui browsernya.
Penelitian mengatakan, tidak menggunakan versi terbaru dari sistem hanya salah satu dari isu-isu keamanan yang ditemui pengguna.

"Ketidakkokohan Gunung Es"

Dijuluki “Ketidakkokohan gunung es”, banyak pengguna sedang dalam bahaya dan mudah diserang melalui plug-ins. Plug-ins adalah program kecil yang memperluas fitur dan fungsi dari sejumlah browser. Menurut penulis laporan penelitian, plug-in yang mudah diserang adalah plug-in yang gambang diakses (dan gambang dieksploitasi) melalui jaringan browser dengan keamanan lemah dan dari bagian yang tidak terlihat dari permukaan (tersembunyi). Penelitian mengatakan para pengguna tidak membarui dengan versi termutakhir dari sebuah browser maupun plug-in secara cepat.

"Pengukuran kami menunjukkan, web browser yang menerapkan sebuah mekanisme patching update otomatis secara internal, bekerja lebih baik dalam tahapan kecepatan tingkat adopsi update dibanding dengan yang tidak," katanya. Penelitian merekomendasikan, fitur update "single click" (sekali klik) pada browser Firefox sebagai mekanisme patching paling efisien.

Telkomsel Tetapkan Tarif Data Rp5/Kb

Medan (ANTARA News) [http://www.antara.co.id/arc/2008/7/10/telkomsel-tetapkan-tarif-data-rp5-kb/] - Telkomsel menurunkan tarif layanan data hingga 48,3 persen atau tinggal Rp5/Kb, kata Public Relation Telkomsel Regional Sumatera, Henny Purweni, di Medan, Kamis. Mengutip pernyataan Manager Corporate Communications Telkomsel, Suryo Hadiyanto, di Jakarta, Purweni mengatakan tarif itu dirasakan semakin murah atau hemat karena jaringan layanan data Telkomsel menjangkau hingga wilayah terpencil dan transportasi laut.

Penurunan tarif itu sendiri dilakukan manajemen untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna layanan mobile internet Telkomsel maupun multimedia yang jumlahnya terus bertambah atau sudah mencapai 5 juta seiring dengan era gaya hidup full mobility yang menuntut konektivitas kapanpun dan dimanapun mereka berada, ujarnya.

Pada dasarnya layanan mobile data wajib didukung oleh jaringan yang luas dengan core network yang senantiasa dipersiapkan mendukung implementasi teknologi terkini, katanya menambahkan. Melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan, saat ini Telkomsel merupakan operator selular yang menggelar akses layanan data terlengkap berbasis teknologi Global Packet Radio Service (GPRS), Enhanced Data Rate GSM Evolution (EDGE)), 3G Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA)) dan High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA).

Rabu, 09 Juli 2008

Pengguna Blackberry Tumbuh Pesat

Pengguna layanan Blackberry di Indonesia tumbuh pesat. Tahun ini pertumbuhannya diperkirakan mencapai 40%. Menurut Head of Enterprise and Carrier XL, Titus Dondi, BlackBerry telah digunakan oleh 10 ribu pelanggan tahun lalu. Sedangkan hingga saat ini, sudah ada 20 ribu hingga 25 ribu yang berlangganan.

Komposisi dari pengguna layanan Blackberry, 70% berasal dari pasar ritel dan sisanya korporasi. Saat ini, Indosat masih memimpin pasar Blackberry dengan 10 ribu pelanggan, disusul XL 8 ribu pelanggan, dan Telkomsel sekitar 6 ribu pelanggan.

"Tahun ini XL menargetkan bisa meraih 10 ribu pelanggan," kata Titus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/7/2008).

Blackberry adalah suatu solusi mobile office yang lengkap dan terintegrasi berupa wireless email, global address lookup, wireless calendar syncronization, dan mobile data services secara real time yang memakai jaringan GPRS atau 3G sebagai penghubungnya. Keunggulan dari layanan yang diusung oleh Research in Motion (RIM) ini jika dibandingkan dengan layanan nirkabel lainnya adalah adanya teknologi push mail yang memungkinkan pelanggan dapat mengakses e-mail tanpa perlu melakukan dial up terlebih dahulu. Singkat kata, pelanggan aplikasi ini dapat menerima email yang masuk ke ponselnya layaknya pesan singkat (SMS) yang masuk setiap saat.

Titus menjelaskan, meningkatnya jumlah pelanggan Blackberry di Indonesia baru terjadi enam bulan belakangan ini. Hal itu karena mulai terbentuknya komunitas pengguna layanan tersebut.

"Selain itu juga adanya penurunan harga handset-nya yang membuat banyak pelanggan tertarik menggunakan layanan tersebut," katanya sambil menambahkan harga handset Blackberry sekarang berkisar 4-6 juta rupiah.

Pemicu lain adalah adanya paket-paket murah berlangganan dari operator untuk menggunakan Blackberry yang berkisar 200 ribu rupiah. "Jika dihitung rata-rata per bulan dengan jumlah pelanggan sebesar sekarang ada potensi pasar senilai 4 miliar rupiah. Angka itu di luar komunikasi suara dan SMS yang juga digunakan pelanggan Blackberry," katanya.

Selanjutnya Titus menjelaskan, kendala yang dihadapi oleh operator untuk memasarkan Blackberry saat ini adalah kebijakan dari RIM yang hanya menjual handset Blackberry kepada operator. "Mereka tidak membuka saluran penjualan selain ke operator. Akhirnya kami harus kreatif membuka saluran penjualan sendiri untuk Blackberry," katanya.

Kebijakan terbaru yang diambil oleh XL ialah menggandeng pemilik gerai Okeshop, untuk memasarkan Blackberry. Okeshop dipilih karena memiliki ratusan outlet. Tahap awal diharapkan ada 15 outlet Okeshop yang memasarkan Blackberry di Jakarta.
Info:detikinet.com

Rabu, 02 Juli 2008

Berburu Mobil Bekas ke TVRI Semarang

Akhirnya masa perburuan kendaraan operasional berakhir sudah. Seteleh mengunjungi bursa mobil jawa tengah tepatnya di TVRI semarang adalah perburuan terakhir saya. Saking butuhnya kendaraan operasional sampe ke semarang juga saya rela.

Memang banyak sekali peserta pameran dengan mobil dagangan mereka dan hebatnya yang memamerkan dagangannya bukan hanya dari wilayah semarang saja, hampir perwakilan wilayah daerah sekitar ada di bursa tersebut ada yang dari tegal bahkan mobil berplat D dan B pun ikut serta memeriahkan bursa mobil tersebut. Maklum mereka hanya dikenakan biaya parkir saja Rp.10.00 seharian penuh [katanya sih.......]

Anyway setelah lirik kanan-lirik kiri hatiku nyantol pada isuzu Panther keluaran tahun 95 yang masih terlihat mulus dan original, tangan pertama pula. Walaupun orang bilang itu kemahalan tapi saya cukup puas sih karena langsung bisa digunakan untuk operational kantor.

Nah untuk yg ingin berburu Mobil bekas di wilayah jawa tengah aku mereferensikan bursa mobil bekas di TVRI semarang setiap sabtu dan minggu...banyak pilihan dan yang terpenting lokasinya uindah buanget deh...ada yang mau nambahi tentang tempat jual beli mobil bekas....? monggo...saya tunggu informasinya...

Author Blog

Foto Saya
I was born in Kebumen of central java, Indonesia. Here to serve you regarding to get type approval certification products in Indonesia. I developed my own business, called DIMULTI, Dimulti is an authorized agent for Indonesia Type Approval.